Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
BerandaBukti Kebenaran Aqidah Asy'ariyyahKesesatan Ibnu TaimiyahAli ibn Abdil Kafi as-Subki (w 756 H); Ibnu Taimiyah Telah Membuat...

Ali ibn Abdil Kafi as-Subki (w 756 H); Ibnu Taimiyah Telah Membuat Bid’ah Dalam Dasar Aqidah

Kitab ini berjudul “ad-Durrah al-Mudliyyah Fi ar-Radd Ala Ibn Taimiyah”; dalam bahasa kita artinya “Mutiara yang bersinar dalam bantahan terhadap Ibnu Taimiyah”.

Karya:

Qadli al Qudlat al Imam al Hafizh al Mufassir al Mujtahid

Ali ibn Abdil Kafi as Subki (w 756 H)

Seorang ulama besar yang telah mencapai derajat mujtahid mutlaq. Hidup semasa dengan Ibnu Taimiyah dan telah mengkafirkan Ibnu Taimiyah karena kesesatan-kesesatannya.

Baca juga: Ekstrimisme Ibnu Taimiyah Dalam Masalah Kalam Allah

Berikut terjemah bebas dari pembukaan kitab tersebut (alenia 2):

Sesungguhnya Ibnu Taimiyah telah membuat perkara-perkara baru dalam dasar-dasar aqidah, merusak pokok-pokok ajaran Islam dan keyakinan-keyakinan di dalamnya; ia “membungkus dirinya (bersembunyi untuk mengelabui orang lain)” dengan mengaku sebagi orang yang memegang teguh al Qur’an dan Sunnah, ia menampakan (seolah-olah) sebagai penyeru kepada kebenaran dan membawa petunjuk ke jalan surga, sungguh sebenarnya ia telah keluar dari jalan ittiba’ (ikut kepada ajaran al Qur’an dan Sunnah) kepada jalan ibtida’ (menjadi ahli bid’ah menyesatkan), ia membawa ajaran “nyeleneh” dari ajaran mayoritas umat Islam (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dengan menyalahi perkara-perkara yang telah menjadi ijma’ (kensensus) di antara mereka, ia membawa ajaran (kufur) mengatakan bahwa Dzat Allah adalah benda yang memiliki susunan-susunan, mengatakan tidak mustahil bahwa Allah membutuhkan kepada anggota-anggota badan, mengatakan alam ini (segala sesuatu selain Allah) menyatu dengan Dzat-Nya, mengatakan bahwa al Qur’an itu baharu dan Allah mengeluarkan huruf-huruf al Qur’an tersebut dari yang semula Dia diam (menurutnya Allah berkata-kata dengan lafazh-lafazh al Qur’an, lalu diam, lalu berkata-kata, lalu diam.. demikian seterusnya), mengatakan bahwa Allah memiliki kehendak-kehendak yang baharu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para hamba-Nya, bahkan ia mengatakan bahwa alam ini qadim; tidak memiliki permulaan, ………..

Kholil Abou Fatehhttps://nurulhikmah.ponpes.id
Dosen Pasca Sarjana PTIQ Jakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tangerang
TULISAN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Catatan Populer

Komentar Terbaru