Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Dakwah Islam

Seluruh nabi dan rasul menyeru umatnya masing-masing hanya kepada menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun. Dalam hal ini Allah berfirman:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ (الشورى: 13)

“Allah telah mensyari’atkan bagi kalian tentang agama apa yang telah diwasiatkannya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa; yaitu tegakkanlah agama Islam”. (QS. Asy-Syura: 13)

Baca juga: Hanya Islam Agama Yang Hak

Dalam ayat ini terdapat pernyataan yang sangat jelas ialah tidak boleh dikatakan bahwa nabi Ibrahim adalah bapak atau peletak pertama bagi konsep tauhid (monoteisme). Karena semua nabi, dari mulai nabi Adam, nabi Nuh, nabi Idris, hingga nabi Muhammad semuanya adalah para ahli tauhid dan membawa misi tauhid tersebut kepada umatnya. Tentang hal ini Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ (الأنبياء: 25)

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu –wahai Muhammad-, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasannya tiada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah oleh kalian akan aku”. (QS. Al-Anbiya: 25)

Seluruh nabi melarang umatnya berbuat syirik atau menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ (النساء: 48)

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni bila Dia disekutukan, dan Dia mengampuni selain dosa menyekutukan itu bagi orang yang Dia kehendaki”. (QS. An-Nisa: 48)

Di masa dahulu, pada masa nabi Adam, nabi Syits dan nabi Idris, seluruh manusia memeluk agama Islam, tidak ada seorangpun yang kafir atau musyrik kepada Allah. Kekufuran dan perbuatan syirik baru terjadi setelah masa nabi Idris. Seribu tahun setelah nabi Idris Allah mengutus nabi Nuh untuk memperbaharui dakwah kepada Islam. Maka nabi Nuh adalah nabi pertama yang diutus oleh Allah kepada orang-orang kafir. Allah telah mengingatkan seluruh para nabi setelah nabi Nuh dari perbuatan syirik kepada-Nya. Setelah nabi Nuh kemudian Allah mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya hingga nabi terakhir yaitu nabi Muhammad. Dan nabi Muhammad ini juga datang dengan memperbaharui dakwah kepada Islam, setelah sebelumnya terputus di kalangan manusia di muka bumi ini. Untuk ini beliau dikuatkan dengan berbagai mukjizat sebagai bukti akan kebenaran kenabiannya.

Baca buku: Penjelasan Lengkap Allah Ada Tanpa Tempat Dan Tanpa Arah

Ketika ditanya tentang Islam, Rasulullah menjawab:

الإسْلاَمُ أنْ تَشْهَدَ أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إنِ اسْتَطَعْتَ إلَيْهِ سَبِيْلاً (رواه مسلم)

“Islam adalah bahwa engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadlan, dan melaksanakan haji ke baitullah jika engkau mampu”. (HR. Muslim)

Dan ketika Rasulullah tentang iman, Rasulullah menjawab:

أنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرّهِ (روَاهُ مُسْلِمٌ)

“Bahwa engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman dengan ketentuan Allah; baik dan buruknya”. (HR. Muslim)

Kholil Abou Fatehhttps://nurulhikmah.ponpes.id
Dosen Pasca Sarjana PTIQ Jakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tangerang
TULISAN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Catatan Populer

Komentar Terbaru