Selasa, Maret 5, 2024
spot_img
BerandaFiqihBirrul WalidainJangan Sedih! Begini Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia

Jangan Sedih! Begini Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia

Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua termasuk ajaran Islam yang penting. Rasulullah pernah ditanya seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah? Rasulullah bersabda: ”Shalat tepat pada waktunya”. Sahabat itu bertanya lagi: ”Apalagi amal yang dicintai Allah wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab: ”Berbuat baik kepada orang tua”. Sahabat itu bertanya kembali: ”Kemudian amal apa lagi wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab: ”Berjihad pada jalan Allah” (HR Bukhari).

Dalam al-Qur’an perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan oleh Allah sesudah perintah menyembah dan beribadah kepada-Nya, firman-Nya:

 وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ”ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. 17: 23).

Dalam ayat ini, berbuat baik kepada orang tua harus ditampilkan dalam perkataan, sikap, dan perbuatan, bahkan seorang anak dilarang mengucapkan ”ah” dan bersikap kasar kepada orang tua karena dapat menyakitkan hati mereka. Memberikan nafkah untuk orang tua termasuk cara berbuat baik kepada mereka, Allah berfirman:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

”Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan, jawablah: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”. (QS 2: 215).

Cara lain berbuat baik kepada orang tua diwujudkan dengan mendoakan dan memohon ampunan Allah atas dosa mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Allah berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

”Katakanlah: Wahai Tuhanku, berilah mereka berdua rahmat-Mu (kasihilah) seperti mereka mengasihiku di waktu kecil”. (QS. 17: 24).

Berbuat baik kepada orang tua yang meninggal dilakukan dengan menyambung silaturrahim dengan orang yang mempunyai hubungan kerabat dengan mereka, termasuk teman sejawat dan handai taulan mereka. Selain itu, dengan meneruskan tradisi baik yang diwariskan orang tua karena akan menjadi pahala yang tidak terputus bagi mereka. Rasulullah bersabda:

”Barangsiapa melakukan suatu amal yang baik, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya sedikit pun. Dan barangsiapa yang melakukan tradisi buruk (dosa), ia berdosa dan memikul dosa orang yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti itu”. (HR. An-Nasa-i).

 

Birrul Walidain Setelah Keduanya Meninggal

Ada beberapa perkara yang jika dilakukan oleh seseorang yang masih hidup untuk orang tuanya yangtelah meninggal maka akan bermanfaat untuk mayit tersebut dan dijelaskan dalam al-Qur’an dan Sunnah bahwa pahalanya akan sampai kepada mayit, di antaranya:

  • Puasa

Al Bukhari meriwayatkan dalam Sahih-nya dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:

“مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ” رواه البخاريّ

“Barangsiapa meninggal dan mempunyai tanggungan hutang puasa maka walinya berpuasa untuknya”   (H.R. al Bukhari)

  • Haji

Al Bukhari meriwayatkan dalam Sahih-nya dari Ibnu ‘Abbas bahwa seorang wanita dari kabilah Khats’am bertanya kepada Nabi: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji telah wajib bagi ayahku ketika ia sudah tua renta dan tidak bisa lagi menaiki kendaraan, apakah bisa aku berhaji untuknya ?, Rasulullah menjawab: “Iya”. Peristiwa ini terjadi pada saat haji Wada’.

Imam Muslim meriwayatkan dari Buraidah bahwa ada seorang perempuan berkata kepada Nabi: Wahai Rasulullah, ibuku mempunyai tanggungan puasa dua bulan, apakah bisa aku berpuasa untuknya? Rasulullah menjawab: “Iya”, Perempuan itu berkata: Wahai Rasulullah, Ibuku belum pernah naik haji sama sekali, apakah bisa aku berhaji untuknya, Rasulullah menjawab: “Iya”.

Al Bazzar dan ath-Thabarani meriwayatkan dengan sanad yang hasan –sebagaimana dikatakan oleh as-Suyuthi- dari sahabat Anas, ia berkata: Suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Nabi lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, Bapakku meninggal dan belum menunaikan ibadah haji?, lalu Rasulullah mengatakan: “Lihatlah,  jika bapakmu punya tanggungan hutang apakah kamu akan membayarnya?”, ia menjawab: iya, lalu Rasulullah bersabda: “Haji itu adalah hutangnya, jadi tunaikanlah”.

  • Sedekah

Al Bukhari meriwayatkan dalam Sahih-nya dari Ibnu ‘Abbas bahwa Sa’d ibnu ‘Ubadah ketika ibunya meninggal dia sedang tidak ada di tempat, lalu setelah datang ke Madinah ia menghadap Rasulullah dan bertanya: Wahai Rasulullah, Ibuku meninggal dan ketika itu saya tidak ada di dekatnya, apakah ada sesuatu yang bermanfaat jika aku sedekahkan untuknya?, Rasulullah menjawab: “Iya”, lalu Sa’d mengatakan: Jika begitu Aku menjadikan anda sebagai saksi bahwa kebun-ku yang sedang berbuah itu adalah sedekah untuknya.

Ath-Thabarani meriwayatkan dalam al Mu’jam al Awsath dari Ibnu ‘Amr, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

“إِذَا تَصَدَّقَ أَحَدُكُمْ بِصَدَقَةٍ تَطَوُّعًا فَلْيَجْعَلْهَا عَنْ أَبَوَيْهِ، فَيَكُوْنُ لَهُمَا أَجْرُهَا وَلاَ يَنْتَقِصُ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا” رواه الطَّبَرَانِيّ وقال الحافظ السُّيوطيّ: “وَأَخْرَجَ الدَّيْلَمِيُّ نَحْوَهُ”.

“Jika salah seorang di antara kalian bersedekah sunnah hendaklah ia jadikan pahalanya untuk kedua orang tuanya, sehingga keduanya mendapat pahala sedekah tersebut tanpa mengurangi pahala yang bersedekah tersebut” (H.R. ath-Thabarani dan ad-Daylami meriwayatkan hadits serupa sebagaimana dikatakan oleh as-Suyuthi)[1]

  • Doa Dan Istighfar 

Doa dan istighfar orang yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal akan bermanfaat bagi mayit.

Allah  berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَان (الحشر: 10)

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami”. (Q.S. al Hasyr: 10)

Juga dalam banyak hadits yang sangat masyhur Rasulullah mendoakan ahli kubur, seperti doa beliau ketika beliau berziarah ke pekuburan al Baqi’ di Madinah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ بَقِيْعِ الغَرْقَدِ. رواه مسلم

“Ya Allah, ampunilah ahli kubur Baqi’ al Gharqad”.   (H.R. Muslim)

Juga doa beliau:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا… رواه الترمذيّ والنسائيّ وأبو داود

Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup di antara kami dan orang yang telah meninggal di antara kami…“.   (H.R. at-Turmudzi, an-Nasa-i dan Abu Dawud)

Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari bahwasanya ‘Aisyah  berkata : Alangkah sakitnya kepalaku lalu Rasulullah bersabda :

ذَاكِ لَوْ كَانَ وَأَنَا حَيٌّ فَأَسْتَغْفِرُ لَكِ وَأَدْعُوْ لَكِ. رواه البخاريّ

“Jika itu terjadi (engkau sakit dan meninggal) dan aku masih hidup maka aku mohon ampun dan berdoa untukmu”. (H.R. al Bukhari)

Ath-Thabarani meriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الرَّجُلَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْحَسَنَاتِ أَمْثَالِ الْجِبَالِ، فَيَقُوْلُ: أَنَّى هذَا ؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ. رواه الطَّبَرَانِيّ

“Pada hari kiamat seseorang diikuti kebaikan sebesar gunung, lalu ia bertanya: Dari mana aku memperoleh semua ini ?. Dikatakan kepadanya: dari istighfar anakmu untukmu” (H.R. ath-Thabarani)[2]

  • Membaca Al Qur’an Untuk Orang Tua Yang Telah Meninggal

Hadits Ma’qil ibn Yasar bahwa Rasulullah bersabda:

“اِقْرَءُوْا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ” (رواه أبو داود والنسائيّ  في عمل اليوم والليلة وابن ماجه وأحمد والحاكم وابن حبّان وصححه)

Bacalah surat Yaasin untuk mayit kalian ” (H.R Abu Dawud, an– Nasai dalam ‘Amal al Yaum Wa al-Laylah, Ibnu Majah, Ahmad, al Hakim dan Ibn Hibban dan dishahihkannya).

Imam Ahmad juga meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

“يس قَلْبُ القُرْءَانِ لاَ يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ الآخِرَةَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ، وَاقْرَءُوْهَا عَلَى مَوْتَـاكُمْ ” (رواه أحمد)

“Yasin adalah hatinya al Qur’an, tidaklah dibaca oleh seorangpun karena mengharap ridla Allah dan akhirat kecuali diampuni oleh Allah dosa–dosanya, dan bacalah Yasin ini  untuk mayit–mayit kalian ”  (H.R. Ahmad)

Ath-Thabarani dalam al Mu’jam al Kabir, al Bayhaqi dalam Syu’ab al Iman meriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

“إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلاَ تَحْبِسُوْهُ، وَأَسْرِعُوْا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ، وَلْيُقْرَأْ عِنْدَ رَأْسِهِ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ”. وَلَفْظُ الْبَيْهَقِيِّ: “فَاتِحَةُ الْبَقَرَةِ، وَعِنْدَ رِجْلَيْهِ بِخَاتِمَةِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ فِيْ قَبْرِهِ”. رواه الطبراني والبيهقيّ وقال الحافظ ابن حجر: “أخرجه الطبرانيّ بإسناد حسن”.

“Jika salah seorang di antara kalian meninggal maka jangan ditahan dan segerakan dibawa ke kuburannya, dan hendaklah dibaca al Fatihah di dekat kepalanya”, Dalam lafazh riwayat al Bayhaqi: “Awal surat al Baqarah, dan di dekat kakinya (hendaklah dibaca) akhir surat al Baqarah di dekat kuburnya”  (H.R. ath-Thabarani dan al Bayhaqi, al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang hasan”)

Abdul Aziz; murid al Khallal meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bahwa Rasulullah bersabda:

“مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ، فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خَفَّفَ اللهُ عَنْهُمْ، وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَاتٌ”.

Barangsiapa memasuki areal pekuburan lalu membaca surat Yaasiin maka Allah akan meringankan siksa ahli kubur, dan ia akan diberi kebaikan sebanyak orang yang dikuburkan di sana“.

Abu Muhammad as-Samarqandi meriwayatkan dalam Fadlail Surat al Ikhlash dari sahabat Ali dari Rasulullah bersabda:

“مَنْ مَرَّ عَلَى الْمَقَابِرِ، وَقَرَأَ قل هو الله أحد إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ وَهَبَ أَجْرَهُ لِلأَمْوَاتِ، أُعْطِيَ مِنَ الأَجْرِ بِعَدَدِ الأَمْوَاتِ”.

Barangsiapa melewati pekuburan lalu membaca surat al Ikhlas 11 kali, kemudian memberikan pahalanya kepada orang-orang yang telah meninggal, ia akan diberi pahala sebanyak orang yang telah meninggal“.

Abu Al Qasim bin Ali az-Zanjani dalam Fawa-id-nya meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alayhi wasallam– bersabda:

“مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ، ثُمَّ قَرَأ فَاتِحَةَ الْكِتَابَ، و (قل هو الله أحد) و (الهاكم التكاثر) ثُمَّ قَالَ: اَللّهُمَّ إِنِّيْ قَدْ جَعَلْتُ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُ مِنْ كَلاَمِكَ لأَهْلِ الْمَقَابِرِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، كَانُوْا شُفَعَاءَ لَهُ إِلَى اللهِ تَعَالَى”.

Barangsiapa memasuki areal pekuburan lalu membaca al Fatihah, surat al Ikhlas, surat at-Takatsur, kemudian ia mengatakan: Ya Allah, aku telah jadikan pahala bacaan al Qur’an tadi untuk para ahli kubur dari orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, maka mereka akan memberi syafa’at untuknya kepada Allah“.

Tiga hadits ini disebutkan oleh al Hafizh as-Suyuthi dalam Syarh ash-Shudur.[3]

  • Dan Lain-Lain

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

“إِنَّ مِنَ الْبِرِّ بَعْدَ الْبِرِّ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِمَا مَعَ صَلاَتِكَ، وَأَنْ تَصُوْمَ عَنْهُمَا مَعَ صِيَامِكَ، وَأَنْ تَتَصَدَّقَ عَنْهُمَا مَعَ صَدَقَتِكَ” أخرجه ابن أبي شيبة

Sesungguhnya termasuk berbakti kepada orang tua adalah engkau menghadiahkan sholat untuk kedua orang tuamu bersama sholatmu, berpuasa untuk mereka bersama puasamu, bersedekah untuk mereka bersama sedekahmu” (H.R. Ibnu Abi Syaibah)[4]

Juga terdapat atsar-atsar dari Atha’, Zaid bin Aslam, al Hasan, al Husein, ‘Aisyah dan ‘Amr ibn al ‘Ash tentang memerdekakan budak untuk orang yang telah meninggal.[5]

Dan Dalam madzhab Hanbali ditegaskan bahwa semua amalan orang yang masih hidup jika dihadiahkan sebagian pahalanya atau seluruhnya, maka itu akan sampai kepada mayit. Syekh Mar’i al Hanbali, salah seorang ulama Madzhab Hanbali ternama, mengatakan dalam kitabnya dalam Fiqh Hanbali, Ghayatul Muntaha (1/259-260):

“وَكُلُّ قُرْبَةٍ فَعَلَهَا مُسْلِمٌ وَجَعَلَ بِالنِّـيَّةِ -فَلاَ اعْتِبَارَ بِاللَّفْظِ- ثَوَابَهَا أَوْ بَعْضَهُ لِمُسْلِمٍ حَيٍّ أَوْ مَيِّتٍ جَازَ وَيَنْفَعُهُ ذَلِكَ بِحُصُوْلِ الثَّوَابِ لَهُ. وَإِهْدَاءُ الْقُرَبِ مُسْتَحَبٌّ حَتَّى لِلرَّسُوْلِ  مِنْ تَطَوُّعٍ وَوَاجِبٍ تَدْخُلُهُ نِيَابَةٌ كَحَجٍّ أَوْ لاَ كَصَلاَةٍ، وَدُعَاءٍ وَاسْتِغْفَارٍ وَصَدَقَةٍ وَأُضْحِيَةٍ وَأَدَاءِ دَيْنٍ وَصَوْمٍ وَكَذَا قِرَاءَةٌ وَغَيْرُهَا”. ا.هـ.

“Dan setiap ketaatan yang dilakukan oleh seorang muslim dan ia jadikan pahalanya (dengan meniatkan hal itu, jadi tidak perlu mengucapkannya dengan lisan) semuanya atau sebagian untuk sesama muslim yang masih hidup atau telah meninggal, hukumnya adalah boleh dan bermanfaat bagi mayit sehingga ia memperoleh pahala. Menghadiahkan ketaatan juga disunnahkan bahkan kepada Nabi sekalipun, baik berupa amalan sunnah, amalan wajib yang bisa digantikan seperti haji atau tidak bisa digantikan seperti sholat, doa, istighfar, sedekah, kurban, membayar hutang, puasa, demikian pula bacaan al Qur’an dan lainnya“.

_____Catatan Kaki_____

[1] Syarh ash-Shudur, as-Suyuthi, hal. 266.

[2] Syarh ash-Shudur, hal. 263.

[3] Syarh ash-Shudur, hal. 269-270.

[4] Syarh ash-Shudur, hal. 268.

[5] Syarh ash-Shudur, hal. 267-268.

Kholil Abou Fatehhttps://nurulhikmah.ponpes.id
Dosen Pasca Sarjana PTIQ Jakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tangerang
RELATED ARTICLES

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Abou Qalby on Cahaya di Kegelapan
×

 

Assalaamu'alaikum!

Butuh informasi dan pemesanan buku? Chat aja!

× Informasi dan Pemesanan Buku