Selasa, Maret 5, 2024
spot_img
BerandaTanzihSering Yasinan? "Kun Fayakun" Ini Dia Penjelasannya Menurut Ulama Ahlussunnah

Sering Yasinan? “Kun Fayakun” Ini Dia Penjelasannya Menurut Ulama Ahlussunnah

Bukan artinya Allah berkata-kata dengan huruf kaf dan nun

Penyebutan Dan Makna “Kun Fayakun” Dalam Al-Qur’an

Firman Allah “Kun Fayakun” dalam Al-Qur’an berulang dalam delapan tempat. Yaitu dalam QS. Al-Baqarah: 117, QS. Ali ‘Imran: 47, QS. Ali ‘Imran: 59, QS. Al-An’am: 73, QS. An-Nahl: 40, QS. Maryam: 35, QS. Yasin: 82, dan QS. Ghafir: 68. Sebagai berikut:

بديع السّماوات والأرض وإذا قضى أمرًا فإنّما يقول له كن فيكون {سورة البقرة 117} / قالت ربّ أنّى يكون لي ولدٌ ولم يمسسني بشرٌ قال كذلك الله يخلق مايشآء إذا قضى أمرًا فإنّما يقول له كن فيكون {سورة ءال عمران: 47} / إنّ مثل عيسى عند الله كمثل ءادم خلقه من ترابٍ ثمّ قال له كن فيكون {سورة ءال عمران: 59} / وهو الّذي خلق السّماوات والأرض بالحقّ ويوم يقول كن فيكون قوله الحقّ وله الملك يوم ينفخ في الصّور عالم الغيب والشّهادة وهو الحكيم الخبير {سورة الأنعام: 73} / إنّما قولنا لشىءٍ إذا أردناه أن نّقول له كن فيكون {سورة النحل: 40} / ماكان للّه أن يتّخذ من ولدٍ سبحانه إذا قضى أمرًا فإنّما يقول له كن فيكون {سورة مريم: 35} / إنّمآ أمره إذآأراد شيئًا أن يقول له كن فيكون {سورة يس: 82} / هو الّذي يحي ويميت فإذا قضى أمرًا فإنّما يقول له كن فيكون {سورة غافر: 68}

Makna harfiah ayat “Kun Fayakun” dalam ayat-ayat tersebut adalah “Jadilah!”, Maka ia (apa yang dikehendaki oleh Allah) terjadi”. Seakan Allah berkata-kata dengan kalimat “Kun”, dengan huruf kaf dan nun. Makna harfiah ini tentu tidak boleh diambil dan diyakini. Karena jika Allah berkata-kata demikian; dengan huruf-huruf, suara dan bahasa maka berarti Allah sama dengan ciptaannya. Keyakinan demikian tentunya keyakinan rusak/batil, karena Allah tidak sama dengan makhluk-Nya.

Dasar keyakinan yang wajib kita yakini sepenuhnya adalah bahwa Kalam Dzat Allah esa; tidak ada sekutu dan keserupaan baginya. Artinya, Kalam Dzat Allah bukan sebagai huruf, bukan suara, dan bukan bahasa. Kalam Allah bukan dengan alat-alat; seperti lidah, mulut, atau anggota badan lainnya. Allah bukan benda, dan sifat-sifat Allah bukan sifat-sifat benda. Sebagaimana penjelasan ini telah diungkapkan oleh al-Imam Abu Hanifah, al-Imam al-Baihaqi, dan lainnya, seperti yang telah kita kutip di atas.

Baca juga : Pahami Dua Pengertian Al-Qur’an Disebut Kalam Allah

Dalam menafsirkan firman Allah “Kun Fayakun” para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah ada dua penjelasan. Sebagai berikut;

(Satu); Seperti yang diungkapkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Maturidi, bahwa firman Allah “Kun Fayakun” dalam ayat-ayat tersebut adalah untuk mengungkapkan bahwa segala apa yang dikehendaki oleh Allah sangat mudah dan cepat kejadiannya, tidak ada siapapun yang dapat menghalangi Allah dalam kehendak-Nya.

(Dua); Dijelaskan diantaranya oleh al-Imam al-Baihaqi dan lainnya bahwa makna firman Allah “Kun Fayakun” adalah untuk Adalah ungkapan dari ketetapan hukum Allah yang Azali (tidak bermula) terhadap keberadaan sesuatu. Maka Allah menciptakan sesuatu yang telah Dia kehendaki akan keberadanyanya, pada waktu yang sesuai dengan apa yang Dia kehendaki dan seperti apa yang Dia ketahui akan kejadiannya. Artinya, Allah menciptakan segala sesuatu yang Dia kehendaki akan kejadiannya dengan Kalam-Nya yang Azali, yang bukan sebagai huruf dan bukan suara. Bukan artinya Allah berkata-kata dengan huruf kaf dan nun. Karena berkata-kata dengan huruf-huruf adalah sifat kita, manusia, sifat makhluk.

Al-Imam al-Hafizh Abdullah al-Harari dalam ad-Dalil al-Qawim menuliskan:

(تنبيه) نعلم حسا وضرورة بأن الكاف قبل النون ولا يجتمعان في زمن واحد، ثم يلزم الحشوية القائلين بأنه يتكلم بحرف وصوت قائم بذاته التجسيم والتشبيه، وهم قسمان؛ قسم قائلون بحلول الحوادث بذات الله تعالى، وشرذمة يقولون؛ الحروف والأصوات قديمة، وهؤلاء لا يفهمون ما يقولون، لأنا نعلم ضرورة وحسا بأن الكاف في كن قبل النون ولا يجتمعان في زمن واحد، ثم يلزمهم ما لزم النصارى في اعتقادهم أن الصفة من صفات الله القديمة وجدت بالمسيح إما كلامه وإما علمه فأثبتو قدمه، وكفرهم جميع المسلمين وتبرأوا منهم وبينوا أن الصفة الواحدة يستحيل أن تكون موجودة في موصوفين كما لا يصح أن يوجد جوهر واحد في مكانين.اهـ[1]

Kun Fayakun
Pesan sekarang!

“[Peringatan]; Kita mengetahui secara indrawi (faktual) dan dengan sangat pasti bahwa [pada kata kun] huruf kaf sebelum nun, keduanya tidak dapat berkumpul dengan waktu bersamaan. Kemudian [dari pada itu] kaum Hasyawiyyah yang mengatakan bahwa Allah berbicara dengan huruf-huruf dan suara yang tetap dengan Dzat-Nya; hal itu melazimkan adanya keyakinan tasybih dan tajsim (kayakinan rusak bahwa Allah serupa dengan makhluk dan bahwa Allah sebagai benda). Mereka [kaum Hasyawiyyah] ada dua golongan. Sebagian mereka mengatakan bahwa para makhluk menyatu dengan Dzat Allah. Sebagian kecil lainnya mengatakan bahwa huruf-huruf dan suara-suara itu Qadim (tidak bermula). Mereka adalah orang-orang yang tidak paham dengan apa yang mereka ucapkan sendiri. Padahal, nyata [faktual, dilihat secara fisik/indrawi] dan sangat pasti bahwa huruf kaf sebelum huruf nun, dan keduanya tidak dapat berkumpul dalam waktu bersamaan. Kemudian [dari pada itu], kaum Hasyawiyyah [yang berpendapat tersebut di atas] melazimkan adanya apa yang telah lazim terhadap kaum Nasrani yang berkeyakinan bahwa ada sifat dari sifat-sifat Allah yang Qadim yang tetap dengan Nabi Isa, baik sifat Kalam-Nya atau sifat Ilmu-Nya, lalu mereka menetapkan bahwa ia [Isa] Qadim. Mereka, [kaum Nasrani, juga golongan Hasyawiyyah] telah dikafirkan oleh semua orang Islam. Seluruh orang Islam melepaskan diri (terbebas) dari keyakinan seperti mereka. [Ulama] Orang-orang Islam menjelaskan bahwa satu sifat mustahil berada dalam dua [objek] yang disifati, sebagaimana mustahil adanya satu benda (Jawhar) berada di dua tempat [dalam waktu yang bersamaan]”.

Selengkapnya baca buku di sini.

__________________

[1] Al-Harari, ad-Dalil al-Qawim, h. 65

Kholil Abou Fatehhttps://nurulhikmah.ponpes.id
Dosen Pasca Sarjana PTIQ Jakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tangerang
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Abou Qalby on Cahaya di Kegelapan
×

 

Assalaamu'alaikum!

Butuh informasi dan pemesanan buku? Chat aja!

× Informasi dan Pemesanan Buku